Apa kata Majalah TRUBUS tentang khasiat jamur Lhing Zhi

Contact Person : RUDY RAMON POHAN, SE

081378687999

Produk

DXN Ganoderma diproduksi oleh DXN Sdn Bhd Malaysia sejak tahun 1993.Adalah Dr.Lim Siow Jin Phd, penemu sekaligus Chief Executive Officer DXN Internasional yang menjadi otak kesuksesan DXN selama ini.Dengan menggabungkan enam jamur Ganoderma berkhasiat terapi terbaik,Dr.Liem menghasilkan sebuah jamur yang disebut RG (Reishi Gano) dan GL(Ganocelium)

Jutaan orang di dunia telah merasakan manfaat produk DXN Ganoderma yang terjamin mutunya.

Jaminan kualitas Produk diberikan oleh DXN secara penuh,karena DXN dikenal dengan sebutan EKA NAGA yang berarti teknologi Pembenihan, Pembudidayaan, Penanaman, Pemeliharaan, Pemrosesan, Pengemasan, hingga Pemasaran Produk dikuasai dan dilakukan sendiri oleh DXN.

RG (Reishi Gano) adalah jenis sari jamur yang secara luas dikenal sebagai “Raja Herbal yang Ajaib”.Yang terdiri dari elemen-elemen Polisakarida,Germanium Organik,Adenosin,Triterpenoids dan Asam Ganoderik yang berguna untuk : · Menguatkan sistem ketahanan tubuh · Anti tumor · Membantu pankreas untuk mengurangi kadar gula di dalam darah · Menambah kandungan volume oksigen di dalam darah untuk memberantas pembiakan sel-sel tumor. · Menyeimbangkan fungsi ion elektrik di sekitar bisul. · Menurunkan kadar kolesterol. · Menurunkan liquid aggulation dan endapan trombosit. · Mencegah thrombogenesis. · Menstabilkan hormon endokrin. · Menyeimbangkan metabolisme tubuh. · Menyeimbangkan Ph Darah. · Menguatkan sistem pencernaan. · Menghindari alergi. · Menurunkan kolesterol dan menstabilkan lemak di dalam tubuh. · Memperkuat organ tubuh. · Menyembuhkan penyakit kulit. · Mempercantik dan menghaluskan kulit. · Menghentikan pendarahan.

GL (Ganoderma Lucidum) adalah jenis sari jamur yang secara luas dikenal sebagai “Raja Herbal yang Ajaib”.Yang terdiri dari spektrum Vitamin dan Mineral berguna untuk : · Tonik Otak · Mencegah tumor (pertumbuhan) · Memperkuat daya tahan tubuh. · Membersihkan keracunan dalam tubuh. · Bermanfaat untuk lambung dan menguatkan ginjal.

Jenis penyakit yang telah banyak terbukti dapat diobati :

· Tekanan darah tinggi · Tekanan darah rendah · Ambeien / Wasir · Diabetes · Masalah wanita (keputihan,haid tidak normal dan sakit) · Sakit pada persendian dan otot. · Rheumatik · Sakit jantung · Kelumpuhan · Maag dan sakit usus · Bisul / Tumor · Asma / Kelelahan · Batu empedu · Jerawat · Masalah ginjal · Hepatitis A,B dan C · Sakit saraf (Neurosis) · Sulit tidur (Insomania) · Polip · Anemia · Kemandulan · Kulit bersisik (Psoriasis) · Penyakit kaki busuk (Hong Kong foot) · Penyakit Gondok · Ayan (Epilepsi) · Sakit setelah operasi · Pendarahan setelah bersalin · Kecanduan alkohol

Catatan : Pengobatan yang telah berjalan dapat terus dilanjutkan bersamaan dengan konsumsi DXN. Pihak produsen telah menyertakan dosis yang sesuai berdasarkan riset yang telah mereka lakukan.

Kopi Lingzhi DXN
3 dalam 1
Kopi Lingzhi DXN
2 dalam 1
Kopi O Lingzhi DXN Zhi Mocha DXN Eucafé DXN Vita Café ™ DXN Cocozhi® Nutrizhi™ Bijirin Spirulina DXN Teh Spica DXN Teh Reishi Gano ™ DXN Cordypine® Morinzhi Morinzyme® Nonizyme ™ Jus Roselle DXN Jus Tropik Mangga dan Jus Tropik Oren DXN Jus Kiwi Konsentrasi DXN Jam Nenas DXN Zhi Mint™ dan Zhi Mint™ Plus Zhi Ca Vinaigrette DXN

Galeri Produk >> Siri Makanan Kesihatan

Regimen Pemuliharaan Sel>>

Reishi Gano (RG)

Ganocelium® (GL)

Andro-G

Serbuk RG & GL

Tablet Roselle Herba DXN

MycoVeggie ™ DXN

Tablet Spirulina Herba DXN

Kapsul Spirulina DXN

Tablet Lion´s Mane Herba

Cordyceps DXN

Bee Pollen DXN

DXN Indonesia

Rudy Ramon Pohan, SE

081378687999

Artikel Jamur Ling Zhi (Ganoderma) terdapat pula pada majalah Trubus No. 462 Mei 2008 dengan topic ;

1. Ling Zhi Gempur Penyakit Maut

2. Awet Muda

3. Hilang Benjolan

4. Sirna Mag

5. Lenyap Botak

6. Reishi Tolak Penyakit Langka

7. Pembuktian Khasiat Jamur Abadi

8. Cara Mutakhir Hasilkan Ling Zhi Berkualitas

9. Minuman Warisan 700 Tahun Silam

Dan Trubus No. 467 Oktober 2008 dengan topic ;

1. Dari Bukit Wang Lalu Mendunia

2. Awet Muda Berkat Jamur Abadi

Majalah TRUBUS

Majalah TRUBUS

SEMBUH STROKE BERKAT Ling Zhi

Pada penghujung yang senyap itu ingin Zuberdi Mader berteriak kencang. Namun, rahang dan mulutnya kaku seperti tergembok. Ia gagal menyuarakan kalimat minta tolong. Malam itu ia baru saja ke peturasan untuk berurine ketika tiba-tiba mulutnya terkunci seperti kram. Suara gagap cukup membangunkan istrinya, Herawati.

Senin malam 19 November 2007 itu Herawati memberikan segelas air putih kepada suaminya. Ia berharap tenang dan tidak panik. Sepanjang sisa malam itu Zuberdi bertanya-tanya penyebab terkatupnya mulut. Jawaban atas pertanyaan itu diberikan dokter pada 2 hari berikutnya setelah ia menuruti saran dokter untuk menjalani CT scan. Hasilnya ada penyumbatan di pembuluh darah otak. Zuberdi positif stroke.

Hasil itu mengharuskan kelahiran Bukittinggi, Sumatera Barat, 60 tahun lampau itu untuk rawat inap. Ia menghabiskan 2 pekan di rumahsakit. Ia berkomunikasi dengan keluarga dan karib-kerabat yang menjenguk dengan bahasa isyarat. Harapan kesembuhan digantungkan pada beragam obat seperti pirasetam, dan berbagai jenis vitamin. Sayang, 14 hari perawatan itu tak banyak perubahan berarti. Rahang tetap kaku, mulut mencong, dan berbicara pelo. Untuk makan dan minum saja, Herawati harus menyuapinya.

Hipertensi

Menurut dr Satya Hanura, SpS, spesialis saraf Rumahsakit Jakarta, penyebab utama stroke adalah hipertensi. Hipertensi berpengaruh langsung terhadap proses fisiologi peredaran darah dalam otak. Akibatnya, timbul gangguan aliran darah menuju otak sehingga menyebabkan stroke dan atrofi otak alias pengerutan atau penciutan otak. Pada beberapa kasus, atrofi menyebabkan koma.

Zuberdi sejak 1994 adalah penderita hipertensi. Tekanan darahya tak pernah kurang dari 150/100 mmHg; tekanan darah normal untuk orang dewasa, di bawah 120/80 mmHg. Maklum, selama 3 tahun berdinas di Yogyakarta ia acap makan di restoran. ‘Menu setiap makan pagi, siang, dan malam banyak yang berlemak dan mengandung kolesterol. Saya juga tidak suka olahraga,’ katanya. Istrinya yang selalu menyajikan sayuran tetap tinggal di Jakarta.

Hipertensi antara lain dipicu oleh tingginya kadar kolesterol dalam darah. Akibatnya pembuluh darah tersumbat oleh tumpukan lemak. Jadi, kolesterol yang antara lain bersumber pada makanan berlemak itu menjadi faktor pemicu sekunder. Selain itu menurut dr Yuda Taruna, SpS, spesialis saraf Rumahsakit Pantai Indah Kapuk, hipertensi mengakibatkan rusaknya pembuluh darah, dan menempelnya trombosit serta kolesterol pada pembuluh darah sehingga terjadi penyempitan. Itulah sebabnya pasokan darah dan oksigen ke sel-sel saraf terhambat dan menimbulkan stroke.

Karena tak kunjung sembuh, sementara biaya perawatan mencapai jutaan rupiah, Zuberdi memutuskan untuk beralih ke rumahsakit yang menerima pengobatan melalui asuransi kesehatan. Ia menjalani rawat jalan saja. Cara itu ditempuh selama 4 bulan. Hasilnya tetap sama. Oleh karena itu ia menerima saran rekannya untuk mengkonsumsi ekstrak jamur ling zhi.

Yanto-rekan yang menganjurkan itu-mengisahkan mertuanya juga stroke dan sembuh setelah mengkonsumsi ling zhi. Mendengar kisah itu semangat Zuberdi untuk sembuh kian berkobar. Maka sejak Maret 2008, alumnus Fakultas Pertanian Universitas Andalas itu mengkonsumsi ekstrak ling zhi. Ia menelan 1 kapsul ling zhi dan 4 kapsul miselium ling zhi-semua 3 kali sehari. Yang disebut pertama merupakan ekstrak ling zhi Ganoderma lucidum dewasa atau 90 hari; miselium, diproses dari bawah tudung jamur berumur 18 hari. Sementara Purwanto mengkonsumsi 2 kapsul ekstrak ling zhi 3 kali sehari.

Bukti ilmiah

Dua bulan rutin mengkonsumsi kapsul-kapsul itu, kondisi Zuberdi kian membaik. Ia mampu mengucapkan kata-kata dengan jelas dan bisa dimengerti. ‘Kata istri dan teman-teman, bicara saya sudah bisa dipahami. Saya tidak khawatir lagi untuk bepergian sendiri,’ kata Zuberdi. Menurut Gando Sapto Adi, ganoterapis-ahli pengobatan menggunakan ganoderma-di Jakarta, ling zhi membuang racun di dalam tubuh. Sedangkan miselium bermanfaat memperlancar aliran darah dan oksigen pada sel-sel saraf. Sembuhnya Zuberdi dari stroke tentu bukan kebetulan. Menurut dr Dripa Sjabana, peneliti di Farmakologi Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, Ganoderma lucidum efektif menurunkan hipertensi.

Senyawa aktif yang berperan menurunkan hipertensi adalah lanostane, khususnya asam ganoderik B, D, F, H, K, S, dan Y. Tak hanya itu, jamur anggota famili Polyporaceae itu juga mengandung adenosin yang melebarkan pembuluh darah koroner, mencegah menempelnya trombosit pada pembuluh darah atau platelet, dan melindungi saraf otak. Jamur yang digunakan sejak 2.000 tahun sebagai obat itu juga memiliki senyawa triterpenoid. Menurut Dr Lim Siow Jin, periset ganoderma alumnus Indian Board of Alternative Medicines, triterpenoid ampuh mengurangi kolesterol dan menstabilkan lemak tubuh.

Dengan kandungan senyawa adenosin dan triterpenoid itulah ling zhi tokcer mengatasi stroke seperti yang dialami Zuberdi. ‘Senang sekali, sekarang saya sudah bisa bicara lagi, bisa bercanda dengan anak-anak dan istri,’ ujar pensiunan Departemen Transmigrasi dan Tenaga Kerja itu. Pria kelahiran 28 Oktober 1948 itu kini menikmati masa pensiun dengan tenang.

DXN Indonesia

Rudy Ramon Pohan, SE

081378687999

Bukti Sahih Mujarabnya Ling Zhi Oleh trubus

Senin, Maret 12, 2007 14:51:17

Musim panas menghampiri Oregon, Amerika Serikat, ketika perempuan itu mendatangi klinik dr Fukumi Morishige MD PhD. Dokter sekaligus peneliti Linus Pauling Institute of Science and Medicine itu terperanjat bukan kepalang. Paru-paru pasien berumur 39 tahun itu bersih dari sel kanker. Padahal, 6 bulan sebelumnya sel ganas itu bercokol di organ pernapasannya.

Begitu banyak kisah duka wanita itu sejak 6 bulan silam. Kanker paru-paru menjalar ke membran rongga dada. Beberapa dokter di berbagai rumahsakit yang ia kunjungi malah angkat tangan. Setiap kali pulang ke rumah, hanya rona putus asa yang tergambar di wajahnya.

Ketika tak satu pun rumahsakit yang dapat dijadikan sandaran kesembuhan, harapan justru datang dari setangkai jamur. Saat itu suaminya selalu memberi 4 g ekstrak ling zhi setiap hari. Fukumi menduga, reishi-sebutan ling zhi di Jepang-lah yang membawa keajaiban itu.

Kisah itu bukan sekali saja Fukumi alami. Beberapa waktu kemudian, seorang anak berusia 5 tahun yang menderita kanker hati datang kepadanya. Kanker itu juga menyebar ke usus kecil. Dokter terpaksa memotong usus itu untuk menghindari penyebaran kanker lebih luas. Meski demikian, sel kanker tetap bersemayam di hati. Ketika berusia 9 tahun, anak itu kembali menemui Fukumi untuk memeriksakan diri. Setelah dipindai dengan CT scan, lagi-lagi Fukumi terkejut. Sel-sel kanker yang bersarang di hati itu sirna. Rahasianya? Anak itu mengkonsumsi 2 g ekstrak reishi setiap hari.

Terbukti ilmiah

Fakta empiris itu menggelitik naluri ilmiah Fukumi. Ia pun memesan ekstrak reishi dari Nissan Chemical Industries, Ltd, produsen ling zhi di Jepang. Ekstrak jamur kayu itu kemudian diberikan kepada beberapa pasien kanker yang dikombinasikan dengan vitamin C. Dalam setahun ia menghabiskan setidaknya 500 kg ekstrak reishi. Hasilnya, jamur legendaris itu terbukti ampuh mengatasi kanker dan beragam komplikasi. Dalam 2 tahun, 140 pasien kanker sembuh setelah mengkonsumsi ling zhi.

Untuk mengetahui duduk perkara reishi itu bekerja, Fukumi meriset beberapa pasien kanker yang menderita komplikasi dengan penyakit lain seperti rematik, bronkitis kronis, dan hepatitis. Komplikasi terjadi akibat anjloknya sistem kekebalan tubuh. Setelah diberi asupan ekstrak reishi, masing-masing pasien menjalani tes immunoglobulin untuk menentukan tingkat kekebalan tubuh. Hasil riset menunjukkan, tingkat IgA, IgG, dan IgM si pasien terus meningkat. Artinya, reishi bekerja menghantam kanker dengan mendongkrak sistem kekebalan tubuh.

Keampuhan ling zhi juga menarik perhatian para periset di Cina. Di negara Tirai Bambu, ling zhi begitu melegenda. Keistimewaan jamur kayu itu disebut-sebut dalam buku pengobatan tradisional cina kuno Shen Nong Ben Jing yang ditulis 2.000 tahun lampau.

Di era modern, legenda itu terbukti secara ilmiah. Cao QZ dan Lin ZB, periset Departemen Farmakologi Health Science Center Peking University, Beijing, Cina, meneliti mencit yang diinduksi sel tumor sarcoma 180. Hasil riset menunjukkan, asupan polisakarida peptida yang diesktrak dari reishi Ganoderma lucidum berdosis 50 mg, 100 mg, dan 200 mg/kg bobot tubuh, menghambat pertumbuhan tumor pada mencit masing-masing 35,2%, 45,2%, dan 61,6%.

Hasil penelitian Shiuh-Sheng Lee, dari Departemen Biokimia National Yang-Ming University, Taipei, polisakarida pada reishi merangsang sel mononuklear darah memproduksi sitokin, TNF-a, IFN-g, IL-1b, dan IL-6, yang berperan menghambat proliferasi sel leukemia U937.

Polisakarida

Apa yang menyebabkan reishi ampuh mengatasi kanker? Beberapa hasil penelitian menunjukkan, polisakarida berperan dominan mengatasi penyakit mematikan itu. Menurut dr Ekky M Rahardja MS SpGK, dokter spesialis gizi klinis Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara, ling zhi mengandung senyawa polisakarida yang molekulnya berikatan beta. ‘Molekul polisakarida yang terkandung pada nasi atau makanan lain yang biasa dikonsumsi berikatan alfa,’ kata alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu.

Molekul polisakarida berikatan beta lebih kompleks sehingga sulit dicerna. Meski demikian, kehadirannya itu justru berdampak positif. Sebab, ia mengundang reaksi sistem kekebalan di selaput lendir saluran pencernaan atau Gastrointestinal Associated Lymphoid Tissue (GALT). Itu lantaran polisakarida berikatan beta dianggap sebagai benda asing. Bangkitnya sistem kekebalan memperkokoh daya tahan tubuh terhadap serangan benda asing seperti bakteri, virus, dan sel-sel kanker. Selain itu, ‘Kandungan germanium pada reishi membantu mengatasi tumor,’ tutur dr Ekky. Perpaduan polisakarida dan germanium mampu meningkatkan sistem immun tubuh dan mencegah pertumbuhan sel-sel kanker (antitumor).

Menurut Shwu-Bin Lin dari Department of Laboratory Medicine, National Taiwan University Hospital, senyawa triterpen pada G. lucidum turut andil mengatasi kanker. Senyawa itu diekstrak dari miselia anggota famili Polyoraceae itu. Hasil penelitian membuktikan, triterpen ternyata sanggup menghambat pertumbuhan sel hepatoma Huh-7-sel kanker hati-tanpa menghambat pertumbuhan sel hati normal.

Fakta ilmiah itulah yang mendorong Dr Raymond Chang, MD, FACP dari Sloan-Kettering Cancer Center, New York, Amerika Serikat, menganjurkan reishi kepada para pasien kanker. Bagi pasien yang sedang menjalani kemo atau radioterapi, Chang memberikan 5-10 g reishi per hari untuk mengurangi efek samping terapi dan memperbaiki kondisi tubuh. Untuk mencegah metastesis atau penyebaran sel kanker ke organ tubuh lain, Chang memberikan 5-30 g reishi per hari, tergantung kondisi pasien.

Di tanahair, dr Erna Cipta Fahmi, herbalis di Pondokcabe, Tangerang, juga menggunakan ling zhi untuk mengobati kanker. Menurutnya, kulat-sebutan ling zhi di Malaysia-mengandung antioksidan tinggi yang berasal dari pigmen merah yang terdapat pada ling zhi. Reishi juga mengandung zat perangsang sistem immun alias kekebalan tubuh. Sel-sel fagosit menyerang dan mengisolasi sel-sel kanker sehingga tidak menyebar ke sel tubuh lain.

Pendapat serupa dilontarkan Ir Wahyu Suprapto, herbalis di Batu, Jawa Timur. Jamur merah itu dikeringkan lalu digerus hingga halus. Satu sendok makan atau setara 8 g serbuk Ganoderma lucidum direbus dalam 2 gelas air hingga mendidih dan tersisa 1 gelas. Setelah dingin, air rebusan disaring, lalu dikonsumsi. Dosis disesuaikan dengan kondisi pasien. Bila stadium dini, cukup mengkonsumsi air rebusan reishi 2 kali sehari masing-masing 1 gelas. Bila telah lanjut, ditingkatkan menjadi 3 kali.

Popularitas al-kummah-sebutan ling zhi dalam bahasa Arab-sebagai panasea itu mengundang minat bisnis para produsen herbal. Jamur itu diekstrak dan diolah dalam bentuk kapsul. Kini, berbagai merek herbal berbahan ling zhi bertebaran di pasaran, seperti Nissan Reishi yang diproduksi Nissan Chemical Industries, Jepang, Gano Plus (Diamond Interest International), dan Lingzhi Plus (Nutrimax). Meski penampilan berbeda, toh legenda keampuhan ling zhi tetap terasa. (Imam Wiguna)

DXN Indonesia

Rudy Ramon Pohan, SE

081378687999

Ling Zhi Gempur Penyakit Maut Oleh trubus

Jumat, Mei 16, 2008 21:06:55

Klik untuk melihat foto lainnya…

Mual-mual ketika makan akhirnya membuka tabir kesehatan Andreas-yang bersangkutan enggan disebut namanya. Nafsu makannya kemudian hilang. Bobot tubuh pria 57 tahun itu anjlok menjadi 47 kg. Khawatir kondisinya memburuk, anggota keluarganya memboyong Andreas ke sebuah rumahsakit di Jakarta. Hasil diagnosis dokter, mual-mual itu akibat batu bersarang di kantong empedu sekaligus tumor saluran empedu.

Untuk mengatasinya, dokter menawarkan 2 operasi: operasi pengangkatan batu dan saluran empedu. Sayang, operasi yang disebutkan terakhir itu berisiko merenggut jiwa pasien. Operasinya pun diperkirakan membutuhkan waktu 7 jam. Alternatif lain, Andreas menjalani operasi by pass, dokter memasang pipa mungil yang menghubungkan saluran empedu agar tidak melewati bagian yang tersumbat.

Andreas manut. Dari kantong empedu itu dokter mengeluarkan 8 batu seukuran biji kopi. Pascaoperasi kondisi tubuh Andreas membaik. Namun, itu Cuma sesaat. Beberapa bulan berselang, keluhan seperti semula muncul lagi. Dokter mendiagnosis tumor saluran empedu itu metastasis alias menyebar dan berubah menjadi kanker. Atas saran herbalis di Tangerang, Banten, ia mengkonsumsi 2 tablet ekstrak ling zhi 3 kali sehari. Bulan silam, ia memeriksakan diri ke rumahsakit. Dokter menyatakan kondisi Andreas normal.

Andreas tidak sendirian. Sulastri semula terpeleset, jatuh, dan kepala membentur lantai kamar mandi. Pensiunan guru sekolah dasar berusia 70 tahun itu kejang-kejang, lalu muntah. Keluarga membawanya ke rumahsakit. Meski obat dokter habis dikonsumsinya, kejang-kejang itu tak kunjung berakhir. Dokter spesialis saraf yang memeriksanya menemukan sel kanker seukuran telur itik di kepalanya. Ia mengidap kanker otak stadium lanjut.

Sulastri menjalani perawatan di sebuah rumahsakit di Surakarta, Jawa Tengah, hingga sebulan. Ia menolak saran dokter untuk operasi. Pada 31 Oktober 2005, perempuan senja itu menghentikan konsumsi obat dokter. Sejak saat itu ia mengkonsumsi rebusan 20 g jamur ling zhi. Setelah mendidih, ia menyaring, lantas meminumnya 3 kali sehari masing-masing segelas. Enam bulan rutin mengkonsumsi rebusan ling zhi, dokter menyatakan Sulastri sembuh dari kanker otak. Kini ia terbiasa bepergian meninggalkan rumah di Baturetno, Wonogiri, ke Surakarta sendirian.

Purwanto juga merasakan khasiat ling zhi. Dua bulan setelah genap 60 tahun, kelahiran Surakarta 1 September 1947 itu terserang stroke. Ia menghabiskan waktu di tempat tidur lantaran tak mampu berjalan. Berpegangan ketika dibonceng sepeda motor pun ia tak sanggup. Ayah 3 anak itu menghentikan konsumsi obat dokter ketika tekanan darahnya justru melonjak. Harapan kesembuhan disandarkannya pada 2 kapsul ekstrak ling zhi per hari. Sebulan berselang, kakek 2 cucu itu seperti terlahir kembali lantaran mampu berjalan kaki.

Resep dokter

Ling zhi yang dikonsumsi Sulastri dan Purwanto itu merupakan jamur kayu. Itu bukan tanaman baru di Indonesia. Sejak puluhan tahun silam, anggota famili Polyporaceae itu dibudidayakan pekebun di berbagai kota. Sulastri dan Purwanto, umpamanya, mengkonsumsi ling zhi hasil budidaya pekebun di Sukoharjo, Provinsi Jawa Tengah. Selain itu di beberapa daerah seperti Bandung, Bogor, Yogyakarta, dan Blitar, juga terdapat pekebun ling zhi.

Dalam 2-3 tahun terakhir, banyak dokter dan herbalis memanfaatkannya untuk mengobati beragam penyakit mematikan. Sekadar menyebut beberapa contoh, dr Paulus Wahyudi Halim di Tangerang, Provinsi Banten, Hartono Chong (Jakarta), dr Sidi Aritjahja (Yogyakarta), Arifin Lee (Batam), dr Sri Budiwati dan Stefanus Rifandie (Surabaya), serta Wahyu Suprapto (Malang), meresepkan ling zhi kepada para pasien. Sri Budiwati meresepkan ling zhi antara lain untuk anak autis. ‘Hiperaktifnya jadi berkurang. Sebab di saraf otak dan rambut terdapat logam berat, sedangkan germanium mampu mengikat logam berat,’ katanya.

Mengapa mereka meresepkan ling zhi? Jamur itu terbukti secara ilmiah menyembuhkan beragam penyakit maut. Prof Dr Agus Sudjarwo, periset Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, membuktikan bahwa ling zhi tokcer mengatasi kanker paru. Doktor Farmakologi alumnus Tokyo University itu meriset in vivo dengan jasa sel paru-paru yang terserang kanker. Namun, setelah diberi 10 mikroliter per ml ekstrak ling zhi, sel kanker tak berkembang.

Pria kelahiran Madiun 4 September 1956 itu menuturkan ling zhi menghambat proteinkinase C yang dibutuhkan sel kanker untuk berkembang. Artinya ling zhi Ganoderma lucidum bersifat antiproliferasi alias menghambat perkembangan sel kanker. Norimasa Shudo, manajer kesehatan Nissan Chemical Industries, yang ditemui Trubus di Tokyo, Jepang, pada awal musim dingin silam juga meriset praklinis ling zhi. Ia menggandeng Fakultas Kedokteran Kyoto Perfectural University.

Lengkap

Riset Kyoto Perfectural University membuktikan jumlah sel kanker pada tikus yang diberi ekstrak ling zhi berdosis 0,0025% turun menjadi 4 papiloma; tanpa ling zhi, 9 papiloma. Jumlah itu dihitung 19 pekan setelah perlakuan. Itu berarti ling zhi bersifat antikanker. Riset ilmiah itu sejalan dengan banyak bukti empiris seperti dialami oleh Andreas dan Sulastri. Bagaimana duduk perkara ling zhi ampuh mengatasi kanker?

Yang paling bertanggung jawab terhadap sirnanya sel kanker adalah senyawa aktif germanium. Germanium adalah atom berwarna abu-abu dengan titik didih 2.833oC. Kadarnya mencapai 2.000 ppm, 4-6 kali lipat lebih besar ketimbang kadar sejenis di ginseng. ‘Kandungan germanium pada reishi dapat membantu mengatasi tumor,’ tutur dr Ekky M Rahardja MS SpGK, dokter spesialis gizi klinis Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara. Secara umum konsumsi rutin ling zhi, ‘Merangsang produksi interferon dan interleukin I dan II sebagai antikanker,’ ujar dr Paulus Wahyudi Halim. Secara alamiah keduanya juga dihasilkan tubuh. Produksinya bakal berlipat ketika seseorang mengkonsumsi ekstrak ling zhi.

Senyawa aktif yang tak kalah digdaya adalah betaglukan. Polisakarida itu berperan mengontrol penyerapan dan produksi kolesterol dalam darah. Konsumsi secara oral, dari usus betaglukan masuk ke sel-T dan merangsang makrofag, salah satu pembangun sistem kekebalan tubuh. Di sanalah betaglukan mengaktifk an makrofag sehingga kekebalan tubuh pasien pun terdongkrak. Itulah riset Dr Fukumi Morishige PhD, periset Linus Pauling Institute of Science and Medicine sebagaimana disampaikan oleh Dr Kenji Sakamoto di Jakarta. ‘Pasien yang mengkonsumsi ling zhi ternyata kadar imunoglobulin IgA, IgG, dan IgM justru meningkat. Berarti ling zhi meningkatkan daya tahan tubuh,’ kata Sakamoto.

Pada gilirannya ling zhi mampu mencegah atau mengatasi pertumbuhan sel-sel kanker sekaligus meningkatkan vitalitas. Paulus pernah ‘dikomplain’ seorang dokter. Gara-garanya ia meresepkan ling zhi kepada ayah si dokter yang mengidap kanker getah bening. Sebelumnya ia banyak menghabiskan waktu dengan tidur. Namun, setelah rutin mengkonsumsi ekstrak ling zhi, ia kerap mengajak sang dokter mengobrol hingga larut malam. Tubuhnya amat bugar meski kini usianya 92 tahun. ‘Dokter memberikan ramuan apa kepada ayah saya?’ tanya dokter kepada Paulus.

Dengan kemampuan meningkatkan kekebalan tubuh, ling zhi amat cocok bagi pasien Human Immuno Virus-Acquired Immunodefi ciency Syndrome (HIV-AIDS), penyakit akibat melemahnya kekebalan tubuh pasien. HIV-AIDS menyerang sel darah putih CD 4 dan menjadikannya sebagai tempat berkembang biak virus. CD 4 orang yang positif AIDS, maksimal 200; CD 8, positif. Singkat kata, gara-gara virus itulah kekebalan tubuh rusak.

Bukan cuma meningkatkan kekebalan tubuh, ling zhi juga mengandung protease inhibitors-obat utama untuk mengobati AIDS. ‘Reishi menekan muatan virus dan meningkatkan jumlah CD 4,’ kata Paulus, dokter alumnus Universita’ Degli Studi Padova, Italia. CD 4 orang sehat mencapai 400. Dokter yang pernah berdinas di Ethiopia, Afrika, itu belum lama ini menangani warga Jerman yang tinggal di Banten. Ia pasien HIV-AIDS yang akhirnya sembuh, antara lain ditandai dengan normalnya angka CD 4, setelah rutin mengkonsumsi ekstrak ling zhi.

Sejak purba

Khasiat reishi-nama ling zhi di Jepang-kian lengkap dengan adanya senyawa triterpenoid seperti ganoderat. Paulus menuturkan triterpenoid ampuh melenturkan otot polos pembuluh darah dan memperbaiki viskositas alias kekentalan darah Artinya, ia mencegah koagulasi atau penggumpalan

darah, merangsang sirkulasi darah, sekaligus mengurangi trigliserida dan low density lipoprotein (LDL) alias kolesterol jahat.

Dengan peran spektakuler itu pantas reishi ampuh mengatasi dan mencegah ancaman penyakit seperti jantung koroner, arteriosklerosis, dan stroke akibat terganggunya peredaran darah. Itu persis yang dialami Jahuri. Pria kelahiran 13 Mei 1939 itu divonis jantung koroner pada usia 67 tahun. Ia akhirnya sembuh setelah rutin mengkonsumsi 3 kapsul 3 kali sehari.

Menurut dr Ekky, jamur kayu itu juga mengandung senyawa polisakarida yang molekulnya berikatan beta yang lebih mudah dicerna oleh tubuh. Kehadiran polisakarida di dalam tubuh mengundang reaksi sistem kekebalan di selaput lendir saluran pencernaan GALT (Gastrointestinal Associated Lymphoid Tissue).

Dengan seabrek keistimewaan itu pantas ling zhi tokcer mengatasi beragam penyakit maut. Keampuhannya bukan baru terbukti sekarang. Sejak 2.000 tahun silam, ling zhi dimanfaatkan sebagai obat. Sejarah mencatat ling zhi digunakan sebagai obat sejak kaisar Shen Nung (2737 SM). Ia ditabalkan sebagai god’s herb alias obat dewa.

Meski demikian, ling zhi bukan obat sempurna. Setidaknya menurut dr Sidi Aritjahja, herbalis di Yogyakarta, ling zhi bersifat neovaskularis alias pembentuk pembuluh darah baru. ‘Jadi antara neovaskularis dan antioksidan (dalam ling zhi, red) adu kuat. Jika yang kuat neovaskularis, semakin subur penyakitnya,’ kata dokter alumnus Universitas Gadjah Mada itu. Sidi menuturkan penyakit yang kurang cocok diatasi dengan ling zhi adalah kanker dan jantung koroner.

Pada pasien jantung, pembuluh darah memang meningkatkan kinerja jantung. ‘Lama-kelamaan kerja jantung lebih berat,’ kata Sidi. Demi menekan efek neovaskularis, Sidi mengkombinasikan ling zhi dan jintan hitam untuk pasien kanker. Namun, untuk pasien stroke kehadiran pembuluh darah baru justru diharapkan. Soalnya, stroke antara lain akibat penyumbatan pembuluh darah. Demikian juga bagi orang sehat, pembentukan pembuluh darah baru makin membuat sehat.

Hal serupa disampaikan Hartono Chong, herbalis di Roxy, Jakarta. Menurut Hartono penyebab kanker ada 2 yakni akibat hormonal-kanker payudara, kanker rahim, dan kanker prostat-serta mutasi gen. Ia meresepkan ling zhi untuk kanker akibat mutasi gen. ‘Ling zhi memperkaya oksigen dalam tubuh sehingga darah encer, peredarannya lancar, kondisi kesehatan pasien pun prima,’ katanya.

Kebun ling zhi

Soal efek samping, memang belum ditemukan. ‘Pemakaian ling zhi dalam jangka panjang tak menyebabkan ketagihan dan efek samping,’ kata dr Budiwati yang meresepkan ling zhi sejak 5 tahun silam setelah sembuh kista indung telur berkat rutin mengkonsumsi ling zhi. Menurut pengelola Klinik Q-Life di Surabaya itu, selama 5 tahun meresepkan ling zhi minimal 1.000 pasien tertolong.

Paulus juga demikian. Ia meresepkan ling zhi dipadu dengan herbal lain tergantung jenis penyakit pasien. ‘Pemakaiannya tak bersifat universal, takarannya bersifat individual karena metabolisme setiap manusia berbeda-beda,’ kata kelahiran Padang 10 April 1946 itu.

Melihat begitu banyaknya faedah ling zhi, tak sedikit yang mengebunkannya. Agung Hidayanto sejak 8 tahun terakhir membudidayakan ling zhi. Alumnus Institut Teknologi Nasional Malang itu menuai rata-rata 40 kg kering per bulan. Dengan harga jual Rp750.000 per kg, pria 32 tahun itu mengantongi Rp30-juta.

Di Sukoharjo, Jawa Tengah, ada Pardjimo yang mengelola 3 kumbung masing-masing terdiri atas 24.000 baglog. Dari 3 rumah tanam itulah, pria kelahiran 24 Oktober 1953 itu memproduksi 6.000 kapsul, 3.000 kotak teh, dan 10.000 botol sirop berbahan ling zhi, per bulan.

Yang juga memproduksi ling zhi adalah PT Daxen Indonesia. Menurut Triono Untung Piryadi, direktur Daxen, perusahaan itu mengembangkan 6 strain ling zhi: peacock gano, kimshen gano berbentuk seperti ginjal, brain gano, heart gano, lever gano, dan ruyi gano. ‘Masing-masing mempunyai peranan seperti bentuknya, kecuali peacock untuk imunitas dan ruyi untuk antikolesterol,’ kata Piryadi.

PT Nissan Chemical Industries mengolah jamur itu hasil budidaya di Isesaki, Gunma Ken, 2 jam bermobil dari Tokyo. Kepada Trubus Shoichi Kobayashi, senior managing director, mengatakan setiap tahun perusahaan itu memproduksi 23.000 tablet masing-masing 6 gram. Tablet jamur ajaib itu antara lain dipasarkan di Indonesia, Singapura, Kanada, dan Australia. Rendahnya volume produksi lantaran Jepang hanya dapat menanam ling zhi ketika musim panas. Ling zhi produksi mereka itu yang diperniagakan untuk memenuhi permintaan konsumen seperti Andreas, Sulastri, dan Purwanto.

Mereka cuma sebagian kecil yang merasakan ampuhnya ling zhi menggempur penyakit maut. Seperti namanya-ling berarti roh, zhi maknanya kipas-jamur kayu itu ‘menyelamatkan’ jiwa banyak pasien penyakit mematikan. (Sardi Duryatmo/Peliput: Argohartono, Ari Chaidir, Imam Wiguna, Lastioro Anmi Tambunan, Tri Susanti, & Vina Fitriani)

DXN Indonesia

Rudy Ramon Pohan, SE

081378687999

Minuman Warisan 700 Tahun Silam Oleh trubus

Jumat, Mei 30, 2008 22:14:40

Klik untuk melihat foto lainnya…

Imajinasi langsung melayang ke suasana istana kaisar Jepang 700 tahun silam saat Fumimaru Mayuzumi menuangkan teh bening kecokelatan ke cangkir mungil berwarna putih. Hawa dingin musim gugur di kota Gunma Ken, Jepang, pun langsung sirna ketika teh panas itu memasuki perut. ‘Ini reishi tea,’ kata Mayuzumi. Reishi tea di Jepang; ling zhi tea di China. Keduanya menunjukkan barang yang sama, teh terbuat dari Ganoderma lucidum. Ratusan tahun lalu teh tanpa aroma dengan sedikit rasa getir itu menjadi minuman kesehatan para raja di kedua negara. Di era modern ini, reishi tea dijajakan di internet seharga US$5 atau setara Rp46.000 untuk kemasan berisi 20 bag.

Kemasan serupa itulah yang dibuat Mayuzumi agar ritual harian minum reishi tea tidak terputus. Pria berusia 45 tahun itu memang pekebun Ganoderma lucidum. Dari 6 rumah tanam di lahan 6.000 m2 ia memproduksi 3.000 kg reishi per tahun. Sebanyak 2.250 kg dikirim ke Nissan Chemical Industries, perusahaan pembuat suplemen berbahan baku Ganoderma lucidum. Sisanya dikeringkan, dihancurkan, dan kemudian dikemas di kertas steril mirip kemasan teh celup. Teh celup ala Mayuzumi itulah yang Trubus cicipi.

Obat

Di Jepang dan China, sebutan teh tak hanya disematkan pada minuman dari seduhan daun Camelia sinensis. Menurut Dr Mangestuti Agil, farmakolog Universitas Airlangga, teh bagi mereka adalah minuman terbuat dari bahan tumbuhan-daun, rimpang, daging buah, dan kulit kayu-yang penyajiannya dicelupkan atau cukup direndam 3-5 menit dengan air panas. Salah satunya reishi. Jamur kayu itu dijadikan bahan baku teh karena disebut-sebut herbal super dalam manuskrip China kuno yang ditulis Shen Nong, pengobat di era Dinasti Han (206 SM-8 M). ‘Dalam sejarah pengobatan tradisional Jepang sendiri belum jelas siapa yang pertama kali memperkenalkan reishi,’ kata Shoichi Kobayashi, senior managing director Nissei Corporation, anak perusahaan Nissan Chemical. Mantan guru sejarah itu menduga reishi diperkenalkan para biksu Jepang yang kerap berkunjung ke China, tempat ling zhi berasal.

Ganoderma lucidum sejatinya juga tumbuh liar di hutan-hutan di Jepang. Anggota famili Ganodermataceae itu biasanya tumbuh pada pohon plum tua. ‘Hanya saja langka ditemukan,’ tutur Kobayashi. Dari 100.000 pohon plum, hanya 10 pohon yang ditumbuhi ling zhi. Saking langkanya warga Jepang menyebutnya phantom mushroom alias jamur hantu.

Baru pada 1980-an, Shigeaki Mori membudidayakan reishi di rumah tanam. Ia menggunakan serbuk kayu plum sebagai media tanam. Keberhasilan Mori membudidayakan ling zhi diikuti keluarga Mayuzumi. Berbeda dengan Mori, keluarga yang telah 3 generasi menggeluti budidaya jamur eksklusif itu membudidayakan reishi pada batang kayu oak. (baca: Jamur Abadi dari Dalam Tanah hal 30).

Berkat keberhasilan keduanya kini reishi mudah sekali didapat. Aneka suplemen berbahan baku kulat-sebutan ling zhi di Malaysia-bertebaran di etalase-etalase pertokoan. Meski demikian, jangan berharap dapat membeli suplemen itu dengan harga murah. Mayuzumi saja menjual teh ling zhi celup dengan harga 3.800 yen, setara Rp315.400 per kemasan isi 225 g atau Rp1,4-juta/kg.

Selain berbentuk teh celup, ada pula yang dijual dalam bentuk serbuk kasar. Serbuk ini pun bisa dijadikan teh. Caranya, rendam sepotong serbuk dalam air semalam. Setelah itu masukkan ke dalam air dan panaskan selama 1-2 jam. Teh reishi dapat disimpan di refrigator lemari es sampai 5 hari.

Mie

Mayuzumi juga mengolah ling zhi menjadi produk lain seperti soba-mie khas jepang dari tepung gandum. Ekstrak yeongji-sebutan ling zhi di Korea-ditambahkan ke dalam bahan baku mie. Menambahkan ekstrak herbal atau sayuran dalam bahan baku mie lazim dilakukan beberapa penjaja soba di Jepang. Salah satunya Trubus kunjungi saat sarapan pagi di salah satu restoran soba di Jalan Ginza Chou-Ku, Tokyo. Menurut Yoshihiko Kimura, pemandu Trubus, rumah makan mungil itu terkenal karena menambahkan ekstrak teh hijau ke dalam mie.

‘Soba ini antioksidannya tinggi,’ kata sang pemilik restoran seraya meletakkan piring dari anyaman rotan berisi cha soba-sebutan soba yang dicampur teh hijau-di atas meja. Mie disajikan dengan semangkuk saus yang terbuat dari campuran sari pati jamur shiitake dan kecap manis yang ditaburi daun bawang mentah dan wasabi. Selain teh hijau, herbal lain yang kerap digunakan sebagai campuran soba adalah mugwort Artemisia vulgaris (mugi soba) dan rumput laut (hegi soba). Itulah yang menginspirasi Mayuzumi menambahkan ekstrak reishi ke dalam soba.

Pemimpin Asosiasi Reishi Jepang itu memproduksi soba reishi dalam bentuk kering. Soba dikonsumsi setelah direbus hingga mengembang dan lunak. Setelah itu mie dicuci dengan air dingin agar kenyal dan tidak lengket. Air rebusan mie digunakan untuk mengencerkan saus. Soba dapat dicicipi secara terpisah atau disatukan dengan saus. Selain lezat, sehat juga didapat. (Imam Wiguna)

DXN Indonesia

Rudy Ramon Pohan, SE

081378687999

Topic Trubus 462 – Mei 2008/XXXIX

Reishi Tolak Penyakit LangkaOleh trubus

Senin, Mei 19, 2008 02:19:49

Klik untuk melihat foto lainnya…

H Tochri tak rela bila ia menjadi salah satu di antara 100.000 pria yang berpeluang terkena kanker payudara. Itulah sebabnya ia bergegas memeriksakan diri ke dokter ketika rasa sakit kerap menyambangi payudara bagian kiri.

Pasien kanker payudara pada laki-laki memang sangat langka ditemukan. Peluang pria terkena penyakit ini sangat kecil ketimbang perempuan. Itu karena pria lebih sedikit memproduksi hormon estrogen, hormon wanita yang diduga menjadi salah satu pemicu kanker payudara.

Namun, bukan berarti para lelaki terbebas dari risiko penyakit mengerikan itu. Meski payudara pria tidak berkembang layaknya pada wanita, tetapi jaringan organ vital itu serupa. Itu artinya, pria juga berisiko sama.

Kelainan genetis

Lalu siapa saja pria yang berisiko tinggi terkena kanker payudara? Pria yang memiliki ibu atau saudara perempuan yang menderita kanker payudara mesti senantiasa waspada. Satu dari lima pria atau sekitar 20% pasien kanker payudara pria disebabkan warisan genetis. Sedangkan pada wanita hanya 5-10%.

Kelainan itu terjadi pada gen BRCA-1 dan 2. Pada kondisi normal kedua gen itu membentuk protein yang mencegah sel tumbuh abnormal alias kanker. Ketika terjadi mutasi, kinerja kedua gen itu tidak lagi efektif sehingga risiko terkena kanker meningkat. Mutasi genetis itu tak hanya disebabkan faktor keturunan. Pemaparan radiasi pada saat anak-anak atau remaja turut memicu terjadinya mutasi gen.

Lelaki yang menderita sindrom klinefelter juga berisiko tinggi terkena kanker payudara. Sindrom itu akibat kelainan pada kromosom seks. Pada lelaki normal memiliki 1 kromosom X dan 1 kromosom Y. Pria dengan sindrom klinefelter memiliki lebih dari 1 kromosom X. Akibatnya, produksi hormon pria seperti androgen rendah, sedangkan hormon wanita seperti estrogen justru meningkat.

Kondisi itu juga terjadi pada pasien sirosis hati dan pria obesitas. Sel lemak mengubah androgen menjadi estrogen. Tingginya produksi hormon estrogen menyebabkan perkembangan payudara alias ginekomastia. Pria dengan kondisi itu berisiko tinggi terkena kanker payudara meski hubungan keduanya belum jelas terbukti.

Benjolan

Karena itulah National Cancer Institute di Amerika Serikat gencar mengkampanyekan agar para pria senantiasa waspada bila mengalami gejala-gejala yang mirip dengan kanker payudara pada wanita. Salah satu gejalanya adalah muncul benjolan di sekitar payudara. Gejala lainnya terjadi perubahan bentuk atau pendarahan pada puting.

Sayangnya, pria sulit mendeteksi gejala dengan melakukan pemeriksaan payudara mandiri seperti pada wanita. Musababnya, jaringan payudara pada pria sedikit sehingga sulit untuk membedakannya. Itulah sebabnya gejala kanker payudara pada pria kerap terdeteksi setelah terjadi pendarahan pada puting yang menandakan kanker stadium lanjut.

Beruntung Tochri segera memeriksakan diri karena kerap merasa nyeri dan ngilu di bagian dada. Hasil diagnosis dokter menyebutkan rasa nyeri itu berasal dari benjolan seukuran kacang hijau di payudara kirinya. Bila dibiarkan tak mustahil tumor yang bersarang di dadanya bakal mengganas menjadi kanker. Oleh karena itu sang dokter menyarankan agar Tochri segera dirawat untuk menjalani operasi.

Namun, saran yang ditawarkan dokter itu rupanya bukan pilihan Tochri untuk kesembuhan. ‘Saya takut dioperasi. Apalagi biayanya mahal,’ kata pensiunan guru madrasah di Boyolali, Jawa Tengah, itu. Ayah 4 anak itu juga khawatir karena ia mengidap diabetes mellitus sejak 2004. Kadar gula dalam darah mencapai 400 mg/dl; normal 120 mg/dl. Pada penderita diabetes, pembedahan saat operasi dikhawatirkan menyisakan luka yang tak kunjung sembuh alias gangren.

Herbal

Karena itu Tochri lebih memilih mengkonsumsi ling zhi Ganoderma lucidum. Selain meredakan kadar gula darah, ia berharap tumor di payudaranya turut sirna. Informasi tentang khasiat jamur kayu itu diperoleh dari Parjimo, tetangganya yang pernah merasakan khasiat reishi-sinonim ling zhi di Jepang.

Dua pekan sejak pemeriksaan terakhir Tochri rutin mengkonsumsi 1 kapsul reishi. Namun, kesembuhan yang dinanti rupanya tak kunjung tiba. Tumor di payudaranya masih bersarang. Parjimo menyarankan agar Tochri menggandakan dosis menjadi 3 kali sehari masing-masing 1 kapsul.

Enam pekan sudah Tochri mengkonsumsi ling zhi. Sejak itu tubuh yang tadinya lunglai menjadi lebih segar. Badan lemas dan mudah mengantuk gejala yang kerap dirasakan pasien diabetes. Hasil pemeriksaan beberapa pekan lalu menunjukkan kadar gula darah anjlok menjadi 134 mg/dl. Yang paling menggembirakan, benjolan di payudaranya juga hilang.

Bagaimana duduk perkara ling zhi mengatasi tumor payudara? ‘Kandungan germanium pada reishi membantu mengatasi tumor,’ tutur dr Ekky M Rahardja MS SpGK, dokter spesialis gizi klinis Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara. Hasil penelitian Cao QZ dan Lin ZB, periset Departemen Farmakologi Health Science Center Peking University, Beijing, China, senyawa lain yang berperan adalah polisakarida peptida.

Itu dibuktikan melalui penelitian pada mencit yang diinduksi sel tumor sarcoma 180. Hasil riset menunjukkan asupan polisakarida peptida yang diesktrak dari reishi Ganoderma lucidum berdosis 50 mg, 100 mg, dan 200 mg/kg bobot tubuh, menghambat pertumbuhan tumor pada mencit masing-masing 35,2%, 45,2%, dan 61,6%.

Kompleks

Hasil penelitian itu sejalan dengan hasil riset Shiuh-Sheng Lee, dari Departemen Biokimia National Yang-Ming University, Taipeh, Taiwan. Ia menguji keampuhan reishi pada mencit yang diinduksi tumor paru-paru dan sel leukemia U937. Hasilnya, ekstrak air hangat polisakarida Ganoderma lucidum terbukti menghambat pertumbuhan tumor dan memperpanjang harapan hidup mencit secara signifi kan. Polisakarida pada reishi merangsang sel mononuklear darah memproduksi sitokin, TNF-a, IFN-g, IL-1b, dan IL-6, yang berperan menghambat proliferasi.

Ekky menuturkan ling zhi mengandung senyawa polisakarida yang molekulnya berikatan beta. Molekul itu lebih kompleks sehingga sulit dicerna. Meski demikian, kehadirannya itu justru berdampak positif. Sebab, ia mengundang reaksi sistem kekebalan di selaput lendir saluran pencernaan atau Gastrointestinal Associated Lymphoid Tissue (GALT). Itu lantaran polisakarida berikatan beta dianggap sebagai benda asing. Bangkitnya sistem kekebalan memperkokoh daya tahan tubuh terhadap serangan benda asing seperti bakteri, virus, dan sel-sel kanker. Tochri pun terbebas dari risiko penyakit langka itu. (Imam Wiguna/Peliput: A. Arie Raharjo)

DXN Indonesia

Rudy Ramon Pohan, SE

081378687999

Awet Muda Oleh trubus

Jumat, Mei 16, 2008 21:07:54

Klik untuk melihat foto lainnya…

Dalam setahun minimal 3 bulan penuh saya mengkonsumsi ling zhi. Kalau tidak, saya kelihatan tua,’ ujar dr Sri Budiwati di Surabaya, Jawa Timur. Dokter berusia 47 tahun itu memang tampak ebih muda dan segar. Ling zhi menghambat penuaan dini? Menurut dr Paulus Wahyudi Halim, ling zhi mampu memperbaiki aliran darah dan meningkatkan distribusi zat gizi ke kulit. Selain itu jamur kayu itu juga membersihkan tubuh dari toksik dan memperbaiki kulit. Pantas jika orang yang rutin minum ling zhi tampak lebih muda.

Yang lebih penting, ling zhi juga mengandung antioksidan untuk mengatasi radikal bebas. Menurut Dr Denham Harman-penemu penuaan sel akibat radikal bebas pada 1956-setiap sel hidup menghasilkan radikal bebas dalam setiap aktivitasnya. Radikal bebas juga disebabkan oleh faktor lingkungan seperti asap rokok, sinar matahari, dan radiasi. Tak semua radikal bebas dapat diatasi antioksidan tubuh. Itulah sebabnya perlu antioksidan dari luar tubuh seperti ling zhi.

Spora ling zhi Ganoderma lucidum dapat berfungsi sebagai antipenuaan dini. Sebab, ling zhi meningkatkan aktivitas superoksida dismutase (SOD). Salah satu peran SOD adalah mengikat radikal bebas. Pemberian 0,5-10 gram ekstrak ling zhi cukup meningkatkan aktivitas SOD sekaligus testosteron.

Itulah sebabnya konsumsi itu sekaligus mengurangi sindrom menjelang masa andropause seperti pegal-pegal, anoreksia, jantung berdebar-debar, pelupa, iritasi, depresi, dan impotensi. Sekali makan ling zhi, 2 tujuan pun tergapai. (Sardi Duryatmo)

Ampuhnya spirulina atasi penyakit Oleh trubus

Senin, September 04, 2006 09:46:43

Pekerjaan Liana Wati sehari-hari mengunjungi dan menghibur para pasien di sebuah panti. Namun, pada penghujung 2000, jangankan menghibur mereka, menghibur diri sendiri pun tak mampu. Ia mengurung diri di kamar sejak dokter mendiagnosis ia mengidap hepatitis C. Penyakit maut itu ketahuan bercokol di hatinya ketika ia mengecek kondisi kesehatan untuk memperoleh polis asuransi. Ibu 2 putri itu pun menolak dijenguk lantaran ia enggan mendengar lagi ucapan: hepatitis C tak dapat disembuhkan.

Liana Wati ingin mengelak dari diagnosis itu. Sayang, ketika mengecek ke laboratorium lain, hasilnya sama: hepatitis C. Sepekan setelah diagnosis itu, perempuan kelahiran Padang 18 Maret 1935 itu ambruk. Ia tak bertenaga seolah tubuh tanpa tulang-belulang. Seluruh aktivitas dilangsungkan di atas pembaringan. Seorang dokter dan 3 sinse menangani kesehatannya.

Namun, kondisinya kian memburuk, tubuhnya kurus kering. Sebulan berselang atas saran kerabat, nenek 4 cucu itu mencoba spirulina cair. Dosisnya 2 sachet-masing-masing 14,8 ml-3 kali sehari. Keesokan harinya ia menghentikan konsumsi seluruh obat dokter. Pada hari kedua, ia merasa amat bertenaga. Enam bulan berselang, Liana mengecek kondisi lever. Hasilnya, virus mematikan penyebab hepatitis C itu enyah. Liana sembuh.

Ir Badriatur Rahmaniah (43 tahun) juga merasakan faedah spirulina. Alumnus Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor itu menderita kanker payudara stadium II B. Operasi yang disarankan dokter ditolak. Beruntung seorang dokter memperkenalkan spirulina. Ia mengkonsumsi 1 sachet spirulina sehari. Rasanya tubuh lebih segar. Mulai Februari 2005, dua sachet spirulina diminum setiap hari. Dua pekan berselang, benjolan mengecil.

Hasil pemeriksaan di RSAD Gatot Subroto, sel kanker mengecil, dari 2,5 x 1,5 x 1,0 cm3 menjadi 1 x 0,62 x 0,62 cm3. Bobot tubuh meningkat dari 45 kg menjadi 50 kg. Dalam waktu dekat, ia berencana memeriksakan diri ke dokter. Yang merasakan manfaat spirulina tak hanya Liana Wati. Kusnadi Prawira yang mengidap jantung koroner, Tri Ayurina (kanker payudara), Andreana Subiyati (stroke) hanya beberapa pasien sembuh setelah mengkonsumsi spirulina.

Supermini

Di tengah maraknya penggunaan bahan alam, spirulina salah satu pilihan untuk pengobatan penyakit maut. Sebetulnya spirulina bukan barang baru di dunia pengobatan. Sejak 400 tahun lampau, herbal itu merupakan makanan tradisional suku Aztek dan Maya di semenanjung Yucatan, Meksiko.

Wajar jika keamanan mengkonsumsi spirulina terjamin. Pun bagi anak-anak dan perempuan hamil. ?Spirulina makanan yang mempunyai sejarah panjang dari segi keamanannya. Namun, mutunya tergantung tempat tumbuh. Spirulina tercemar tentu berbahaya,? ujar Prof Dr Ali Khomsan, ahli gizi Institut Pertanian Bogor. Dosis anjuran 1-5 gram per hari. Efek samping bila berlebih? ?Karena berfungsi sebagai makanan, tak ada efek samping yang membahayakan, walau diberikan dalam dosis tinggi,? katanya.

Kini popularitas tumbuhan bersel satu itu melambung. Banyak dokter di Indonesia yang menyarankan-jika tak boleh disebut meresepkan-tanaman obat itu. Spirulina merupakan ganggang hijau-biru berukuran amat mini, 1 mm. Sebutan spirulina mengacu pada bentuknya yang spiral.

Menurut Prof I Nyoman Kabinawa, periset Pusat Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi, terdapat banyak spesies spirulina yang hidup di air laut, payau, dan tawar. Spirulina yang hidup di laut mampu tumbuh pada kedalaman hingga 600 m. Dibandingkan dengan sinar matahari yang diterima tumbuhan darat, intensitas sinar matahari yang menembus air dan diterima spirulina jauh lebih sedikit.

?Kalau makhluk bisa hidup dengan sumber energi amat minim, maka ia mempunyai kemampuan hidup yang kuat. Ia mempunyai cadangan energi tinggi. Oleh karena itu spirulina banyak dimanfaatkan untuk mengembalikan kesehatan,? ujar Wahyu Suprapto, herbalis di Batu, Jawa Timur.

Terlengkap

Spirulina itulah yang kini banyak diharapkan mencegah dan menyembuhkan beragam penyakit maut. Bagaimana duduk perkara tumbuhan itu mampu menjadi panasea-obat mujarab beragam penyakit? Ketika diwawancarai Trubus, Bob Capelli, vice president Cyanotech-produsen terbesar spirulina di dunia-mengungkapkan, ?Spirulina pangan terbaik di antara pangan lain karena mengandung nutrisi paling lengkap.?

Capelli yang memproduksi 30 ton spirulina per bulan di Kailua, Hawaii, tak berlebihan. Sekadar menyebut beberapa nutrisi spirulina adalah betakaroten, zeasantin, dan pikosyanin. Kandungan ke-3 senyawa aktif itu masing-masing 23.000 IU, 8 mg, dan 1.500 mg. Senyawa-senyawa itulah yang berperan sebagai antioksidan sehingga meningkatkan sistem kekebalan tubuh. ?Spirulina mempunyai kekayaan antioksidan yang luar biasa untuk menetralisir radikal bebas,? ujar ahli herba alumnus Rutgers Uniersity itu.

Menurut Dr Komari MSc, periset Pusat Penelitian dan Pengembangan Gizi dan Makanan, antioksidan memperkuat sistem imun. Sel imun terdiri atas sel berukuran besar dan kecil. Peran antioksidan menjembatani kedua sel itu sehingga sistem kekebalan tubuh menjadi kuat. Itu persis hasil riset Hayashi dari Fakultas Farmasi, Toyama Medical & Pharmaceutical University, Jepang.

Ia membuktikan tingkat kekebalan tubuh mencit yang diberi Spirulina platensis lebih tinggi. Musababnya produksi antibodi satwa pengerat itu meningkat. Selain itu jumlah sel fagosit juga melambung.

Membangun sel

Menurut Dr Mangestuti Agil, farmakolog Universitas Airlangga, orang sakit karena kekurangan bahan-bahan yang dibutuhkan untuk metabolisme sel. ?Kerja sel ngga benar sehingga terjadi ketidakseimbangan,? ujarnya. Oleh karena itu setiap sel harus mendapat nutrisi yang lengkap agar dapat bekerja dengan baik. Kata dr Oetjoeng Handajanto, ahli terapi kolon, salah satu sumber nutrisi terbaik bagi sel adalah spirulina.

Kandungan gizi spirulina lengkap dan mudah diserap tubuh sehingga melancarkan pencernaan. Dengan kandungan gizi lengkap, tubuh memperbaiki sel-sel rusak. Hal senada diungkapkan dr Zen Djaja MD, di Malang, Jawa Timur. Menurut alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Katolik Atmajaya itu spirulina memulihkan penyakit degeneratif alias menurunnya fungsi-fungsi sel.

?Protein yang lengkap dengan asam amino esensial berfungsi membangun sel-sel tubuh. Pada kasus stroke, spirulina membantu mengarahkan sel-sel otak sehingga mencegah stroke ulangan sekaligus mendorong regenerasi sel,? katanya. Namun, menurut Dr Komari tingginya kandungan protein pada spirulina-mencapai 70%, tidak serta-merta meregenerasi sel. ?Tergantung bagaimana tubuh mencerna zat itu. Oleh tubuh protein bisa dicerna menjadi asam amino, hormon, atau hanya menjadi energi. Protein adalah salah satu sumber energi,? ujarnya.

Komari, doktor gizi, mengatakan kelebihan lain spirulina adalah kandungan vitamin A dan D sangat baik bagi kesehatan mata dan tulang. Kadar vitamin K mencapai 2,5 kali lipat dari kebutuhan dan zat besi yang memenuhi 80% kebutuhan tubuh melancarkan peredaran darah. Kandungan kromium pada spirulina mencapai 21% dari kebutuhan tubuh juga baik bagi penderita diabetes untuk merangsang kinerja pankreas memproduksi insulin.

Masih ada faedah lain spirulina. ?Klorofil yang tinggi berguna sebagai detoksifi kasi atau mengeluarkan racun termasuk radikal bebas dalam tubuh. Radikal bebas memicu beragam penyakit seperti kanker,? ujar dr Maria Theresia Karnadi di Cilandak, Jakarta Selatan. Spirulina juga kaya enzim superoksida dismutase (SOD), mencapai 332-647. Peran SOD juga mengikat radikal bebas.

Radikal bebas merupakan atom yang tak memiliki pasangan sehingga reaktif merusak jaringan. Disebut radikal bebas karena mempunyai kebebasan untuk melakukan pengikatan-pengikatan dengan senyawa-senyawa sekitar. ?Stres dan pancaran sinar matahari menimbulkan radikal bebas,? ujar dr Oetjoeng Handajanto lulusan Fakultas Kedokteran Universit?t Bochum Jerman. Nah, SOD mampu mengikat radikal bebas sehingga menjadi sesuatu yang tidak lagi mampu mengikat.

Singkat kata thallophyta-tumbuhan tanpa akar, batang, dan daun sejati-itu mampu mendongkrak kekebalan tubuh. ?Jika daya tahan tubuh meningkat, mengurangi serangan penyakit. Bila daya tahan tubuh rendah, sel darah putih tak mampu melawan penyebab penyakit,? ujar dr Oetjoeng Handajanto.

Banyak cara

Selain bersifat preventif, spirulina pun dapat digunakan sebagai terapi kuratif untuk mengatasi beragam penyakit. Menurut Yana Maolana Syah MS PhD, peneliti bahan alam Institut Teknologi Bandung, spirulina mempunyai komponen yang khas bernama oligosakarida. ?Ternyata oligosakarida menjadi antivirus, antitumor, dan mencegah penyebaran kanker,? ujar doktor Kimia alumnus University of Western Australia itu.

Bagaimana spirulina mengatasi sel kanker? Itu lantaran spirulina mampu menghasilkan faktor alfa seperti disampaikan Ali Khomsan. Alfa zat kimia yang tokcer menggempur sel tumor. Mekanisme lain, lantaran tumbuhan itu mengandung polisakarida yang mampu memperbaiki sintesis kode gen deoxynucleutide acid (DNA). Spirulina juga meningkatkan aktivitas enzim inti sel sehingga membuat DNA dalam kondisi baik dan sehat.

Dokter Oetjoeng menuturkan pada kasus kanker, spirulina berperan mengatrol pH darah. Harap mafhum, tingkat keasaman darah penderita kanker amat rendah 5,7-6,5. Padahal, idealnya pH darah 7,3. ?Bila pH darah turun terus, darah kehabisan oksigen dan berakibat kematian,? ujar dokter berusia 55 tahun itu. Spirulina dapat meningkatkan pH darah lantaran bersifat basa.

Sel kanker memang dipicu oleh makanan yang bersifat asam seperti daging, telur, dan soda. Konsumsi berlebihan makanan bersifat asam menyebabkan oksigenasi darah menurun. Akibatnya, tubuh lemas, lesu, dan capai. Tubuh cuma memerlukan makanan asam 20%; basa, 80%. Keistimewaan spirulina tak cuma itu.

Dalam khazanah pengobatan cina, hai zao alias spirulina segar bersifat dingin dan asin. Bahan bersifat asin berfungsi melunakkan atau menghancurkan. ?Oleh karena itu bagus diberikan untuk penyakit yang mengalami pembengkakan atau benjolan di tubuh, termasuk tumor dan kanker. Bengkak itu biasanya panas sehingga diobati dengan bahan yang bersifat dingin,? ujar William Aditeja, dokter alumnus Beijing University of Traditional Chinese Medicine.

Menurut Wahyu Suprapto, herbalis sekaligus dosen Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, dalam pengobatan cina ada 2 gejala penyakit: yin dan yang. Jika seseorang dalam kondisi yang diberi obat bersifat yang dan kondisi yin diberi obat yin, justru makin sakit. ?Spirulina itu mempunyai karakteristik yin, jadi cocok untuk orang dengan gejala yang,? ujarnya.

Penyakit dengan gejala yang-cenderung ingin sesuatu yang dingin-contohnya diabetes. Namun, ada pula kencing manis bertipe yin ditandai dengan kerap berurine.

Makanan

Spirulina kini banyak dikonsumsi dalam bentuk bubuk, cair, dan tablet. Itu hasil olahan beberapa spesies spirulina yang telah diteliti khasiatnya oleh berbagai perusahaan. Sekadar menyebut contoh PT Diamond Interest merilis merek Spirulina, PT Elken Internasional Indonesia (Elken Spirulina), PT K-Link Indonesia (Larutan Organik Spirulina), PT Luxor Inma (Spirulina Pasifica), PT Pentamas Adhika Lestari (Spirumate), PT Surya Pagoda Mas (Revita), dan PT Ultratrend Biotech (Spiruplus).

Hingga saat ini di Indonesia belum terdapat pembudidayaan spirulina. Menurut Prof I Nyoman Kabinawa, periset spirulina, perairan Indonesia-tawar, payau, dan laut-potensial untuk pengembangan ganggang hijau-biru. Syaratnya antara lain pH 8, 5-11, bersih, dan bebas polusi. Lagi pula tumbuhan itu amat adaptif di berbagai kondisi perairan.

Lokasi budidaya spirulina umumnya di mancanegara seperti Amerika Serikat dan Cina. Hasil panen berupa spirulina cair diolah dengan teknologi pengeringan beku untuk mencegah oksidasi terhadap betakaroten dan asam lemak lain. Bahan bubuk itulah yang diolah menjadi kapsul, serbuk, atau cairan spirulina. Produk mereka itu kini merambah pasar dan menjadi harapan kesembuhan bagi para pasien.

Memang banyak bukti empiris khasiat spirulina mengatasi beragam penyakit. Meski begitu, produsen dan para dokter tetap mengklaim spirulina bukan obat, tapi makanan fungsional. ?Spirulina memang tidak mengobati, tubuh memperbaiki diri sendiri,? ujar dokter Oetjoeng. Ia menganalogikan montir bila gagal menemukan onderdil, mobil tetap rusak dan tak dapat berjalan. Onderdil bagi tubuh adalah makanan, spirulina ?onderdil? yang amat lengkap lantaran memberikan semua yang dibutuhkan tubuh.

Namun, menurut dr Dadang Arief Primana SpKO, SpGK konsumsi suplemen tak perlu bila makanan sehari-hari memenuhi kategori gizi seimbang sesuai kebutuhan. ?Zat-zat yang terkandung dalam spirulina sama dengan zat dalam makanan lain,? ujar dokter spesialis gizi klinis itu. Pada umumnya masyarakat mengkonsumsi spirulina ketika sakit mereka tak kunjung sembuh, meski berbagai pengobatan ditempuh seperti dialami Anthony Fu yang 4 tahun mengidap lupus. Sebulan setelah rutin mengkonsumsi spirulina, kadar hemoglobin meningkat menjadi 13 gram per dl dari sebelumnya 7 gram per dl.

Ahli gizi seperti Prof Dr Ali Khomsan menuturkan, suplemen tetap diperlukan untuk menopang kecukupan nutrisi. Itu lantaran kadar nutrisi spirulina lengkap dan lebih tinggi ketimbang makanan biasa. Contoh, protein spirulina 3 kali lebih tinggi daripada daging sapi, kalsium 6 kali lebih tinggi ketimbang susu, dan zat besi 100 kali lebih tinggi daripada bayam. Kandungan senyawa aktif itulah yang membantu mewujudkan harapan kesembuhan banyak pasien. (Sardi Duryatmo/Peliput: Destika Cahyana, Hermansyah, Imam Wiguna, Kiki Rizkika, Rosy Nur Apriyanti, & Vina Fitriani)

DXN Indonesia

Rudy Ramon Pohan, SE

081378687999

Batal Amputasi Berkat SpirulinaOleh trubus

Senin, September 04, 2006 08:07:59

Klik: 1197

Kirim-kirim

Print version

April 2005, Daniel Hamadi berjalan-jalan di sekitar rumah, kaki kirinya menginjak pecahan kaca. Luka berupa sayatan kecil itu tak kunjung sembuh. Daniel terancam kehilangan kaki kiri.

Biang petaka itu terungkap setelah Daniel memeriksakan kandungan kadar gula darah di laboratorium Rumah Sakit Dok II Jayapura. Hasil pemeriksaan menunjukkan kadar gula darah pria penggemar bola voli itu 754 mg/dl. Dokter yang memeriksanya terkejut melihat Daniel masih dapat berjalan dengan kadar gula jauh melebihi normal. Kadar gula darah normal maksimal 120 mg/dl.

Meski dengan berat hati, Daniel terpaksa menjalani perawatan di unit gawat darurat (UGD). Saya merasa penyakit saya begitu berat sehingga harus masuk UGD, tutur bapak 6 putra itu. Dua hari lamanya-terhitung sejak 25 Mei 2005-pejabat di Kelurahan Ardipura, Jayapura Selatan, itu terbaring di UGD. Hari berikutnya, ia dipindahkan ke ruang VIP.

Tolak amputasi

Dokter memberikan insulin dan obat-obatan penurun kadar gula darah 3 kali sehari. Sekretaris Dewan Adat Tobati-Engros itu juga mengkonsumsi spirulina yang ditawarkan salah seorang koleganya. Alga biru-hijau berbentuk kapsul itu diminum 3 kali sehari masing-masing 10 kapsul.

Hanya dalam 3 hari, kadar gula darah langsung anjlok menjadi 420 mg/dl. Perubahan besar itu membuatnya yakin untuk terus mengkonsumsi spirulina. Untuk menambah stamina, ia juga meminum spirulina plus ekstrak ginseng 3 kali sehari masing-masing 3 kapsul.

Kendati kadar gula turun, toh luka di kaki Daniel telanjur memburuk. Diabetes menyebabkan lukanya sulit disembuhkan. Akibatnya, jangankan berjalan normal, melangkah pun harus dipapah. Luka itu meninggalkan lubang cukup dalam di kakinya. Nanah bercampur darah pun tak berhenti menetes. Kulit kaki juga mengelupas.

Mendapati kenyataan itu Daniel stres berat. Apalagi setelah sang dokter menyarankan ibu jari kaki kirinya mesti diamputasi. Namun, dengan pertimbangan masak dan saran kerabat, keputusan amputasi itu ditolak. Sang istri membujuk Daniel terus mengkonsumsi spirulina. Karena berharap sembuh, dosisnya pun ditambah menjadi 4 kali sehari masing-masing 10 kapsul.

Sungguh menakjubkan, hanya seminggu berselang, kadar gulanya turun menjadi 290 mg/dl. Tiga hari kemudian menurun lagi hingga 161 mg/dl. Bengkak di kaki pun mengecil. Tanggal 9 Juni 2006, dokter mengizinkan Daniel pulang. Kadar gulanya kala itu 120 mg/dl. Rasanya tubuh makin fit dan bukan main senangnya melihat luka di kaki mulai mengering, kata pria murah senyum itu.

Pada 12 Agustus 2006, Daniel kembali memeriksakan kadar gula. Hasilnya, kadar gula darah mencapai 150 mg/dl. Itu yang membuatnya lega dan berani meninggalkan obat dokter. Kini tubuh saya dalam kondisi sehat, tutur bungsu dari lima bersaudara itu. Spirulina tetap dikonsumsi dengan dosis sehari 2 kali masing-masing 4 kapsul.

Kaya mineral

Lima belas pasien diabetes di Jepang juga turut merasakan faedah alga biru-hijau itu. Oleh Y Takai, ahli nutrisi Japan Nutrition and Food Science, Jepang, kelima belas pasien itu diberi asupan 2 g spirulina per hari. Setelah 21 hari, kadar gula darah pasien diukur dan hasilnya menurun secara signifikan.

Uji klinis serupa ditempuh salah satu produsen suplemen spirulina asal Thailand. Tim riset mereka menguji secara klinis 41 pasien diabetes yang berkadar gula darah di atas 140 mg/dl. Ke-41 pasien itu dibagi menjadi 2 kelompok. Kelompok pertama terdiri dari 21 pasien diberi obat antidiabetes ditambah 6 g spirulina per hari. Sedangkan sisanya diberi obat penurun gula darah dan tambahan plasebo.

Setelah 8 pekan kedua kelompok pasien diperiksa gula darahnya. Hasilnya, kedua kelompok mengalami penurunan kadar gula darah. Namun, kelompok pertama (yang diberi tambahan spirulina) berkadar gula lebih rendah 31 mg/dl dibanding kelompok dua yang hanya diberi plasebo. Hasil itu membuktikan bahwa sarai kliew thong-sebutan spirulina di Thailand-ampuh membantu menurunkan kadar gula darah penderita diabetes.

Menurut Dr Komari MSc, dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Gizi dan Makanan, keampuhan spirulina menurunkan kadar gula darah pada penderita diabetes diduga lantaran kandungan mineral seperti kromium yang mencapai 25 ?cg per 10 mg. Itu setara 21% dari total standar konsumsi harian warga Amerika Serikat yaitu 120 ?cg. Kandungan 40 g magnesium pada spirulina membantu penyerapan vitamin B6. Kekurangan vitamin itu menyebabkan asam amino triptofan berubah menjadi asam xanturenat. Jika kadar asam itu berlebih dalam darah, dapat menyebabkan luka pada pankreas sehingga produksi insulin terhenti.

Menurut dr Luki Kartadinata, dokter di Kelapagading, Jakarta Utara, spirulina kaya akan protein yang mencapai 55-70% sehingga sangat baik meregenerasi sel pada luka akibat diabetes. Berkat spirulina, bayangan kengerian amputasi yang dulu menghantui kini telah sirna. Hari-hari pun ia lalui dengan kembali aktif bekerja. (Kiki Rizkika/Peliput: Imam Wiguna)

DXN Indonesia

Rudy Ramon Pohan, SE

081378687999

Tekanan Darah Rendah Oleh trubus

Kamis, Agustus 31, 2006 14:42:46

Darah rendah tak pernah enyah dari tubuh Ice Dahriani (37 tahun). Tekanan darahnya tak pernah beranjak dari 90/60 mmHg. Idealnya, 120/80 mm/ Hg. Wajar bila pegawai bank swasta nasional itu kerap letih dan pusing. Atas saran suami, Ice mengkonsumsi 9 tablet spirulina 3 kali sehari. Sepekan berselang ia mengecek tekanan darahnya. ?Tumben normal,? katanya. Ibu satu anak itu merasa lebih bugar dan fit. Itulah sebabnya ia meneruskan konsumsi spirulina.***

Mimisan

Mimisan disertai kepala pusing kerap mendera Stevie Mario sejak duduk di bangku Taman Kanak-kanak. Hasil pemindaian menunjukkan, terjadi penyumbatan urat saraf. Vilania, sang ibu, memberikan spirulina 30 ml 3 kali sehari. Hanya dalam sebulan, mimisan itu berhenti hinggi kini saat usia Mario 14 tahun. Memang semula Vilania kaget mendapati darah beku keluar dari lubang hidung. Namun, sejak itu Mario sembuh mimisan.***

Pusing

Dokter memberi 40 jahitan di kepala Lina Liwan beberapa saat setelah tabrakan mobil di Pontianak, Kalimantan Barat. Pada penghujung senja, setahun lampau ia mengalami kecelakaan. Hingga luka itu sembuh, pusing-pusing tak kunjung sirna. ?Kalau lihat langit-langit, seperti berputar-putar,? kata wirausahawan di Pontianak itu. Frekuensi pusing beberapa kali sehari. Atas saran seorang kerabat, ia akhirnya mengkonsumsi spirulina 2 sachet 2 kali sehari. Sepekan berselang, pusingnya berkurang dan hilang sama sekali setelah sebulan rutin minum spirulina. ***

Artikel Jamur Ling Zhi (Ganoderma) terdapat pula pada majalah Trubus No. 462 Mei 2008 dengan topic ;

10. Ling Zhi Gempur Penyakit Maut

11. Awet Muda

12. Hilang Benjolan

13. Sirna Mag

14. Lenyap Botak

15. Reishi Tolak Penyakit Langka

16. Pembuktian Khasiat Jamur Abadi

17. Cara Mutakhir Hasilkan Ling Zhi Berkualitas

18. Minuman Warisan 700 Tahun Silam

Dan Trubus No. 467 Oktober 2008 dengan topic ;

3. Dari Bukit Wang Lalu Mendunia

4. Awet Muda Berkat Jamur Abadi

DXN Indonesia

Rudy Ramon Pohan, SE

081378687999

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: