Archive for July, 2009

Hasil Aplikasi Pemupukan Plant Activator

July 29, 2009
Bentangan Sawit

Bentangan Sawit

Keterangan gambar :

Tgl Pengambilan Gambar          : 12 Maret 2008                                                                                   Penerapan pupuk Tunggal Urea, SP-36, KCl + PA

sebanyak  3  kali aplikasi pada  tanaman sawit disamping,

telah   mengakibatkan   tanaman   sawit  tersebut  mampu

membuat pelepah daun  mengembang  dan  menghasilkan

buah secara maksimal.

Hasil Aplikasi Pemupukan Plant Activator ;

buah Pare dengan pupuk Plant Activator

Plant Activator sudah diuji coba sejak tahun 2000 di desa.Sukajadi Kec. Tambelang oleh Bpk.Umairoh,dan di desa.Sukawangi Kec. Sukawangi Kab.Bekasi (Bpk.Parda S). Hasil panen padi pada tahun.2000 sebelum memakai Plant Activator antara 4 – 5 ton/Ha meningkat pada tahun 2001 menjadi 8,5ton/Ha. Saat ini hasil panen padi telah mencapai 17 ton/Ha atau meningkat 350%. Beras hasil pemupukan ini dinamai beras “Gurih Pulen”. Berikut ini data-data tanaman serta hasil yang dicapai dengan aplikasi Plant activator ;

Jenis Tanaman/ Lokasi                                Sebelum Memakai PA                     Sesudah memakai PA

1. Padi            Pontang Banten                                6,5 ton/Ha                                          13,1 ton/Ha

2. Padi            Tambelang Bekasi                           5    ton/Ha                                           17 ton/Ha

3. Jagung       Bekasi Utara                                     4 Tonggol                                           7 Tonggol

4. Kacang      Bekasi Utara                                     50 Cm (hampa)                                 80 Cm (padat)

5. Cabe          Bekasi                                                5 x panen                                           17 x panen

6. Timun         Lw. Liang Bogor                                50 hari 150 ton                                  40 hari 240 ton

setiap 3 petak                                   setiap 3 petak

7. Klp.Sawit   Bagan.Batu Sumut                            4.000 kg/280 btg                               7.300 kg/280 btg

8. Karet          Gn.Megang M.Enim Sumsel            75 – 100 kg/Ha                                 125-175/Ha

9. Karet          Paduraksa Kikim Sumsel                60 kg/Cetakan                                   83 kg/Cetakan

(peningkatan hari ke 34)                  “Tibik”                                                 “Tibik”

10.Udang       Marros Sulsel                                    45 ekor/kg                                          22-25 ekor/kg

(kecil)                                                  (besar)

11. Karet        Pimp. BPP Bengkulu                        47 Kg/ minggu                                   63 Kg/ minggu

12. Klp.Sawit Pimp. BPP Bengkulu                        750 Kg/ 1,5 Ha                                  1.040 Kg/ 1,5Ha

13. Karet        Ketahun, Bengkulu                            794 Kg                                               1.306 Kg

14..Padi         Sungai Serui, Bengkulu                    5,8 Ton/Ha                                         8,6 Ton/Ha

15. Kakao      Padang Serai, Bengkulu                  0,9 Kg biji basah                               2,3 Kg biji Basah

16. Klp.Sawit Kec. Sebawi, Sambas, Kalbar        500 Kg/Ha                                         1.200 Kg/Ha

17. Jeruk        Kec. Sebawi, Sambas, Kalbar        150 Kg/Ha                                         325 Kg/Ha

R. Pohan

081378687999

IOPRI

July 29, 2009
IOPRI

IOPRI

Peranan Unsur Hara

Pusat Penelitian Kelapa Sawit

Indonesian Oil Palm Research Institute (IOPRI)

Nitrogen
  • Penyusunan protein, klorofil dan berperanan terhadap fotosintesa
  • Kekurangan Nitrogen menyebabkan daun berwarna kuning pucat dan menghambat pertumbuhan.
  • Kelebihan Nitrogen menyebabkan daun lemah dan rentan terhadap penyakit/hama, kekahatan Boron, White Stripe dan berkurangnya buah jadi.
  • Penyebab defisiensi Nitrogen : Terhambatnya mineralisasi Nitrogen, aplikasi bahan organik dengan C/N tinggi, gulma, akar tidak berkembang, pemupukan Nitrogen tidak efektif.
  • Upaya : Aplikasi secara merata di piringan,Tambah Urea pada tanaman kelapa sawit, aplikasi Nitrogen pada kondisi tanah lembab, kendalikan gulma.

Defisiensi N


Defisiensi N – drainase buruk
Defisiensi Cu – ujung daun kering

Phospor
  • Penyusun ADP/ATP, memperkuat batang dan merangsang perkembangan akar serta memperbaiki mutu buah
    Kekurangan P sulit dikenali, menyebabkan tanaman tumbuh kerdil, pelepah memendek dan batang meruncing.
  • Indikasi kekurangan P : Daun alang-alang berwarna ungu, LCC sulit tumbuh dengan bintil akar yang sedikit.
  • Penyebab defisiensi P : P tanah rendah ( < 15 ppm ), Top Soil tererosi, kurangnya pupuk P dan kemasaman tanah tinggi.
  • Upaya : Aplikasi P dipinggir piringan/gawangan, kurangi erosi, tingkatkan status P tanah, dan perbaiki kemasaman tanah.
Kalium
  • Aktifitas stomata, aktifitas enzim dan sintesa minyak. Meningkatkan ketahanan terhadap penyakit serta jumlah dan ukuran tandan.
  • Kekurangan K menyebabkan bercak kuning/transparan, white stripe, daun tua kering dan mati.
  • Kekurangan K berasosiasi dengan munculnya penyakit seperti Ganoderma.
  • Kelebihan K merangsang gejala kekurangan B sehingga rasio minyak terhadap tandan menurun.
  • Penyebab kekurangan K : K di dalam tanah rendah, kurangnya pupuk K, kemasaman tanah tinggi dengan kemampuan tukar kation rendah.
  • Upaya : Aplikasi K yang cukup, aplikasi tandan kelapa sawit, perbaiki kemampuan tukar kation tanah dan aplikasi pupuk K pada pinggir piringan.

Defisiensi K – Bercak oranye (Confluent Orange Spotting)

Magnesium (Mg)
  • Penyusun klorofil, dan berperanan dalam respirasi tanaman, maupun pengaktifan enzim.
  • Kekurangan Mg menyebabkan daun tua berwarna hijau kekuningan pada sisi yang terkena sinar matahari, kuning kecoklatan lalu kering.
  • Penyebab defisiensi Mg : Rendahnya Mg didalam tanah, kurangnya aplikasi Mg, ketidak seimbangan Mg dengan kation lain, curah hujan tinggi ( > 3.500 mm/tahun ), tekstur pasir dengan top soil tipis.
  • Upaya : Rasio Ca/Mg dan Mg/K tanah agar tidak melebihi 5 dan 1,2, aplikasi tandan kelapa sawit, gunakan Dolomit jika kemasaman tinggi, pupuk ditabur pada pinggir piringan.

Defisiensi Mg – Sisi daun yang terkena sinar matahari menguning.

Tembaga (Cu)
  • Pembentukan klorofil dan katalisator proses fisiologi tanaman.
  • Kekurangan Cu menyebabkan Mid Crown Clorosis (MCC) atau Peat Yellow. Jaringan klorosis hijau pucat – kekuningan muncul ditengah anak daun muda. Bercak kuning berkembang diantarajaringan klorosis. Daun pendek, kuning pucat kemudian mati.
  • Penyebab defisiensi Cu : Rendahnya Cu didalam tanah gambut atau pasir, tingginya aplikasi Mg, aplikasi N dan P tanpa K yang cukup.
  • Upaya : Perbaiki rendahnya K tanah, basahi tajuk dengan 200 ppm Cu SO4.
- Defisiensi Cu – Ujung anak daun nekrosis
- Tumbuh kerdil
Boron
  • Meristimatik tanaman, sintesa gula dan karbohidrat, metabolisme asam nukleat dan protein.
  • Kekurangan Boron menyebabkan ujung daun tidak normal, rapuh dan berwarna hijau gelap, daun yang baru tumbuh memendek sehingga bagian atas tanaman terlihat merata.
  • Penyebab defisiensi Boron : Rendahnya B tanah, tingginya aplikasi N, K dan Ca.
  • Pemupukan pada areal yang tergenang air tidak ada gunanya sebelum ada drainase

    Upaya : Aplikasi 0,1 – 0,2 kg/pohon/tahun pada pangkal batang.


Pelepah memendek


Malformasi anak daun


Daun mengkerut

Fe
Tanda-tanda Defisiensi :
Ujung daun nekrosis
Tajuk atas menguning


Bercak seperti pulau
dengan dasar hijau

R. Pohan

081378687999

Sumber : Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS), Indonesian Oil Palm Research Institute (IOPRI)

Pemupukan

July 5, 2009
Pemupukan

Pemupukan

Pemupukan

Pupuk merupakan sumber unsur hara utama yang sangat menentukan tingkat pertumbuhan dan produksi tanaman. Setiap unsur hara memiliki peranan masing-masing dan dapat menunjukkan gejala tertentu pada tanaman apabila ketersediaannya kurang. Beberapa hal yang harus diperhatikan agar pemupukan efisien dan tepat sasaran adalah meliputi penentuan jenis pupuk, dosis pupuk, metode pemupukan, waktu dan frekuensi pemupukan serta pengawasan mutu pupuk (BUDIDAYA KELAPA SAWIT, Pusat Penelitian Kelapa Sawit / Indonesian Oil Plam Research Institute –IOPRI, 2003).

Tanaman Padi yg tidak menggunakan pupuk Plant Activator (kiri) dgn PA (kanan)

Pemupukan adalah tindakan yang dilakukan untuk memberikan unsur hara kepada tanah yang dibutuhkan untuk pertumbuhan normal tanaman. Adapun unsur hara esensial untuk pertumbuhan tanaman terdiri dari ;
1. Unsur hara Makro
- Carbon (C)
- Hidrogen (H) Didapat dari Udara dan Air
- Oksigen (O)
- Nitrogen (N) Didapat dari Tanah dan Air
- Fosfor (F)
- Kalium (K)
- Kalsium (Ca) Didapat dari Tanah
- Magnesium (Mg)
- Sulfur (S)
2. Unsur hara Mikro
- Boron (B)
- Klor (Cl)
- Tembaga (Cu)
- Besi (Fe) Didapat dari Tanah
- Mangan (Mn)
- Molibdenum (Mo)
- Seng (Zn)
Adapun dasar pertimbangan dilakukannya pemupukan adalah :
Pertama :Ketersediaan hara tanah, hal ini dapat terjadi karena kandungan hara dalam tanah yang berasal dari bahan induk pada umnumnya memang rendah. Kedua :Kehilangan hara tanah melalui panen, erosi dan penguapan.
Pemupukan juga dipengaruhi oleh :
1. Sifat dan cirri tanah, kemasaman tanah (pH)
Pengaruh pH tanah terhadap Nitrogen
Perubahan Amonium (NH4+) menjadi Nitrat (NH3-) akan berlangsung sebagai proses oksidasi enzimatik yang dibantu oleh bakteri Nitrobacter dan Nitrosmonas hal ini disebut proses Nitrifikasi (proses perubahan ammonium menjadi nitrat oleh bakteri) berlangsung antara kisaran pH 5,5 – 10,0 dengan pH optimum 8,5 (Pupuk dan Pemupukan. Jurusan Ilmu Tanah. Fakultas Pertanian. Universitas Islam Sumatera Utara. Medan). Pada tanah yang masam atau pH tanah rendah, perubahan ammonium menjadi nitrat akan terhambat. Hal ini juga dipengaruhi oleh kandungan oksigen dalam tanah atau Aerasi tanah dan juga perbandingan kandungan Ca, P, Fe, Mn, serta unsur-unsur lainnya.
Penambatan N oleh liat
Pada tanah masam akan mempengaruhi ketersediaan N tanah. Hal ini terjadi karena adanya penambatan dari ion-ion ammonium antara kisi-kisi mineral yang sudah mengembang ataupun mengkerut.
Pengaruh pH tanah terhadap ketersediaan Fosfor & Kalium
Aktifitas ion P di dalam tanah berbanding lurus dengan pH tanah yang artinya bila pH naik sampai ketingkat tertentu maka P akan tersedia. Bila pH tanah rendah maka yang terjadi konsentrasi Al dan Fe meningkat yang akan bereaksi dengan fosfat membentuk garam Fe dan Al-P yang tidak larut. Kisaran pH untuk ketersediaan P yang terbaik adalah antara 6 – 7.
Pengaruh pH tanah terhadap unsur mikro
Ketersediaan unsur hara mikro dikaitkan dengan kegiatan mikro organisme tanah yang ikut mentransfer unsur tersebut ke tanah, misalnya organisme tanah membantu mempercepat proses oksidasi unsur Mn, Zn, Cu, Mo, dan Al.
2. Tekstur tanah
• Respon pemupukan N dan K lebih tinggi pada tanah ringan
• Respon pemupukan P lebih tinggi pada tanah berat
3. Iklim
• Air. Sebelum tanaman dapat mengabsorpsi hara, syaratnya adalah unsur hara tersebut harus terdapat pada zona perakoran (kondisi tanah yang lembab). Untuk keperluan transpirasi yang akan mengangkut Nitrat, Sulfat, Kalium, Magnesium ke akar dari daerah yang jauh dari jangkauan akar.
4. Temperatur
Temperatur yang terlalu rendah dapat menyebabkan tanaman tidak dapat menggunakan hara yang ditambahkan. Begitu pula jika temperatur terlalu tinggi, serapan hara semakin tinggi sampai batas yang dapat ditolerir tanaman.
5. Udara tanah
Secara langsung dapat mengatur kehidupan jasad renik tanah yang melakukan proses oksidasii enzimatik.
6. Pola pertanian
Tanaman semusim (Jagung, dll), Tanaman tahunan (Sawit, Karet, dll), Tanaman basah & kering (Padi), Tanaman intercropping (tanaman sela)
7. Pupuk yang digunakan
Jenis pupuk, Sifat & cirri-ciri pupuk, Dosis pupuk
KTK (Kapasitas Tukan Kation)
Adalah kapasitas tanah menyerap dan mempertukarkan ion. Ion dapat berupa kation dan besarannya disebut Kapasitas Tukan Kation (KTK).
KTK sangat penting berkenaan dengan kesuburan tanah, penyerapan unsur hara, ameliorasi tanah, dan mutu lingkungan.
Dengan daya serapnya, koloid tanah dapat menambat air hujan atau air irigasi dan kation tahan dari pelapukan mineral, mineralisasi bahan organik atau dari pupuk. KTK menjadi faktor pembentuk cadangan air dan hara basa dalam tanah yang dapat mengefisienkan penggunaan air dan hara basa oleh tumbuhan.
KTK tanah berbeda-beda tergantung pada;
- Kadar dan macam lempung dan kadar bahan organik; KTK makin besar
- Kadar bahan organik dan senyawa-senyawa organik penyusun bahan-bahan organik (tanah dan lingkungan).

Buah pare dengan pupuk Plant Activator

buah pisang dengan pupuk Plant Activator

Buah mangga dengan pupuk Plant Activator

Pupuk
Pupuk Dasar (Dolomit, Kieserite)
Pupuk Dasar berfungsi terhadap reaksi pH tanah (kesuburan tanah) yang sangat menentukan efisiensi pemupukan. Secara umum tanah-tanah di Indonesia bereaksi masam. Untuk itu, peran pupuk dasar sangat penting untuk perkembangan akar sehingga mempu menyerap hara dalam tanah.(IFDC, 1987. Fertilizer Manual. International Fertilizer Development Centre. United Nation Industrial Development Organization)
Reaksi tanah berdaya pengaruh langsung dan tak langsung terhadap perkembangan tanaman. Daya pengaruh langsung ialah pengendalian ketersediaan hara tumbuhan dan kegiatan jasad renik tanah.

Rudy Ramon Pohan, SE

081378687999

Buah Nenas dengan pupuk Plant Activator


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.